SELAMAT DATANG DI BLOG EKSKLUSIF KAMI, Handphone : 081910265942

Selasa, 31 Januari 2017

Tempat Wisata Baru Bandung Barat

Sēndang Geulis Kahuripan



Sēndang Geulis Kahuripan.jpg






Sēndang Geulis Kahuripan adalah salah satu bukit yang dirubah menjadi tempat wisata, terletak di Cikalongwetan, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 10 km dari Padalarang, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya,


Tutugan Burangrang

Tutugan burangrang.jpg

    Tutugan Burangrang adalah salah satu bukit yang dirubah menjadi tempat wisata, terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 10 km ke arah Barat Padalarang, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya,

    Tempat

    untuk anda yang dari arah Bandung, cukup dengan berkendaraan dari daerah tagog apu, padalarang, menuju kebun pangheotan, dan bila anda dari arah purwakarta, berhenti di perapatan ciawitali dan langsung menuju tempat lokasi sekitar 10 km

    di Buka

    tempat rekreasi ini dibuat dan resmi dibuka untuk umum pada pada bulan Januari 2017,
    FB (Indonesia) [https://www.facebook.com/tutuganburangrang

 












Kamis, 14 Januari 2016

DUR ONG Kesenian Asal Bandung Barat


Dur Ong adalah jenis kesenian musik yang berasal dari Bandung Barat tepatnya dari Desa Rendeh Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.
Secara geografis, letak wilayah Jawa Barat terletak pada posisi antara 5° 50’ dengan 7° 50’ Lintang Selatan dan antara 104° 48’ dengan 108° 48’ Bujur Timur. Luas wilayahnya adalah 46.890 km2. Wilayah Jawa Barat ini secara geografis berwujud kepulauan. Berdasarkan wilayah kepulauan ini lah keadaan lingkungan di Jawa Barat banyak ditemukan pegunungan-pegunungan, perbukitan dan pesawahan.
Keadaan wilayah dan lingkungan ini lah yang mengakibatkan masyarakat Jawa Barat beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Masyarakat di Jawa Barat dalam menjalani kehidupannya, tergantung kepada alam dan lingkungannya. Selain itu, harus mampu dalam mengekploitasi kekayaan alam. Kekayaan alam yang terdapat di Jawa Barat sangatlah beraneka ragam, salah satunya adalah pertanian. Pada zaman nenek moyang dulu, sepenuhnya hidup dari pertanian. Maka dari itu masyarakat di Jawa Barat mayoritas bermata pencaharian dalam bercocok tanam atau bertani. Keadaan lingkungan alam dan sistem mata pencaharian yang ada di Jawa Barat ini lah yang merupakan bagian dari lahirnya suatu kebudayaan yang sering kita sebut dengan kebudayaan sunda. Kebudayaan sunda ini lahir dari akal pikiran dan kebiasaan masyarakat Jawa Barat. Kebudayaan di Jawa Barat memiliki beberapa unsur, diantaranya adalah agama dan kepercayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa, sistem kemasyarakatan, peralatan hidup, mata pencaharian dan kesenian. Kesenian yang dimaksudkan disini tentu saja adalah kesenian tradisi. Kesenian tradisi pada umumnya lahir dan berkembang di daerah pedesaan. Hampir semua daerah pedesaan di Jawa Barat mempunyai jenis kesenian yang berbeda-beda. Perbedaannya meliputi dari fungsinya, bentuk pertunjukannya, alat musik, unsur-unsur seninya dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan ini disebabkan dari pengaruh lingkungan alam dan kehidupan masyarakatnya. Maka dari itu, lingkungan alam dan keadaan masyarakat suatu daerah akan mempengaruhi dari suatu kesenian yang terdapat dalam suatu daerah. Pada umumnya, hampir semua kesenian tradisi lahir dan berkembang didaerah pedesaan. Kesenain tradisi tersebut lahir dan diciptakan oleh nenek moyang terdahulu atau pun diciptakan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang berada di daerah pedesaan tersebut, dan ada pula kesenian yang lahir akibat dari kebiasaan masyarakat dari suatu daerah. Kesenian yang diciptakan oleh nenek moyang terdahulu biasanya diciptakan untuk sarana ritual atau berhubungan dengan Tuhan, biasanya digunakan sebagai bentuk komunikasi transendental. Sedangkan kesenian yang diciptakan oleh para tokoh masyarakat biasanya selain digunakan untuk sarana ritual, juga difungsikan sebagai sarana hiburan. Namun, tidak semua jenis kesenian tradisi lahir dari lingkungan pedesaan, terdapat pula beberapa jenis kesenian tradisi yang lahir dari proses atau hasil pertemuan dan percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi, atau yang sering disebut juga dengan akulturasi. Kebanyakan, akulturasi budaya tersebut ditemukan pada alat musik yang digunakan dalam suatu kesenian. Alat musik tersebut menggunakan alat musik modern dengan memainkan melodi-melodi atau notasi-notasi lagu sunda. Kesenian yang lahir akibat dari akulturasi kebanyakan berfungsi sebagai sarana hiburan saja. Jenis-jenis kesenian tradisi tersebut lahir atau diciptakan untuk difungsikan sebagai sarana ritual, namun ada pula yang berfungsi sebagai sarana hiburan untuk masyarakat. Jenis kesenian yang difungsikan sebagai sarana ritual biasanya dipertunjukan pada upacara ritual yang berhubungan dengan Tuhan dan alam, misalnya rasa syukur terhadap hasil panen, ritual permohonan hujan dan upacara ritual lainnya. Sedangkan kesenian tradisi yang difungsikan untuk sarana hiburan dipertunjukan untuk menghibur masyarakat. Salah satu jenis kesenian yang mempunyai karakter dan ciri khas terhadap pertunjukannya adalah kesenian “Dur Ong”. Istilah nama kesenian Dur Ong ini terbentuk dari bunyi alat musik yang dominan dipukul. Alat musik yang dominan dipukul adalah bedug dan kenong. Karena dominannya pola tabuh bedug dan kenong, pada pagelarannya sering memunculkan istilah baru yaitu Dur dari bunyi bedung dan Nong dari bunyi kenong. Maka kesenian ini disebut dengan “Dur Ong”. Kesenian Dur Ong adalah kesenian tradisi yang lahir di lingkungan pedesaan. Kesenian ini lahir di desa Rende kecamatan Cikalongwetan kabupaten Bandung Barat. Keadaan alam di desa Rende banyak ditemukan kebun-kebun, pesawahan dan masyarakatnya pun kebanyakan bermata pencaharian dari bercocok tanam dan berprofesi sebagai petani. Seperti dalam penjelasan sebelumnya, bahwa keadaan alam dan kehidupan masyarakat di pedesaan akan mempengaruhi terhadap kesenian yang berada disuatu daerah. Hal ini dapat dilihat dari kesenian Dur Ong, dengan keadaan alam di desa Rende banyak ditemukan kebun-kebun, pesawahan dan masyarakatnya pun kebanyakan berprofesi sebagai petani, mengakibatkan kesenian Dur Ong ini mempunyai karakter yang berbeda dengan kesenian lainnya. Karakter ini dapat dilihat dari pertunjukan seni Dur Ong. Kesenian Dur Ong termasuk ke dalam kesenian yang berjenis helaran (arak-arakan) dan berfungsi sebagai sarana hiburan. Kesenian ini dipergelarkan untuk menghibur masyarakat khususnya yang berada di desa Rende. Akibat perkembangan zaman, pada saat ini kesenian Dur Ong selain berfungsi sebagai sarana hiburan juga berfungsi sebagai sarana komersial. Pada saat ini kesenian Dur Ong biasanya dipertunjukan dalam acara hiburan pada hajat pernikahan atau hitanan, penyambutan anggota dewan pemerintahan, terkadang dipertunjukan pada acara festival seni yang berjenis helaran (arak-arakan).
Kesenian Dur Ong termasuk ke dalam kesenian yang berjenis helaran (arak-arakan) dan berfungsi sebagai sarana hiburan. Kesenian ini dipergelarkan untuk menghibur masyarakat khususnya yang berada di desa Rende. Akibat perkembangan zaman, pada saat ini kesenian Dur Ong selain berfungsi sebagai sarana hiburan juga berfungsi sebagai sarana komersial. Pada saat ini kesenian Dur Ong biasanya dipertunjukan dalam acara hiburan pada hajat pernikahan atau hitanan, penyambutan anggota dewan pemerintahan, terkadang dipertunjukan pada acara festival seni yang berjenis helaran (arak-arakan).
Alat musik yang terdapat dalam kesenian Dur Ong ini terdiri dari beberapa Klasifikasi. Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut:
  • Membranophone  : Dogdog, bedug, kendang
  • Aerophone  : Tarompet
  • Idiophone  : Kecrek, kenong
Cara memainkan alat-alat musik tersebut dilakukan dari beberapa cara, yaitu:
  • Ditepuk, dalam istilah bahasa sunda ditepak
Alat yang ditepuk ini adalah dengan menggunakan tangan. Ada pun alatnya adalah kendang.
  • Ditiup
Alat musik yang dimainkan dalam kesenian Dur Ong dengan cara ditiup adalah tarompet.
  • Dipukul
Alat musik yang dimainkan dalam kesenian Dur Ong dengan cara dipukul adalah dog-dog, kecrek, kenong, goong. Biasanya dibuat alat pemukul panakol khusus dari setiap waditra tersebut.
  • Digoyang
Alat atau waditra uyang dimainkan dengan cara digoyang adalah angklung. Biasanya pada pagelarannya terdapat seorang sinden yang memnyanyika lagu-lagu, dan kesemua alat atau waditra tersebut berperan untuk mengiringi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh seorang sinden.
Namun, pada saat ini keberadaan kesenan Dur Ong kurang begitu eksis. Hal ini dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu seperti kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesenian Dur Ong, penyebab lain mungkin disebabkan dari pengaruh masuknya budaya asing yang hampir menggeser keberadaan dari kesenian tradisi. Selain itu tidak dibuatnya pendokumentasian terhadap kesenian Dur Ong, dokumentasi tersebut baik secara audio visual ataupun secara tertulis. Khususnya tidak adanya pendokumentasian secara tertulis, mungkin disebabkan dari ilmu pengetahuan seniman kesenian Dur Ong yang kurang memahami ilmu penotasian ataupun analisis karawitan lainnya. Hal ini disebabkan dari seniman kesenian Dur Ong yang merupakan seniman alam, maksudnya adalah makhir didalam praktek dan rasanya saja, walaupun tidak menutup kemungkinan ada yang mampu dalam teori karawitannya. Selain dari seniman, hal lain mungkin disebabkan dari belum adanya penelitian yang lebih mendalam terhadap kesenian Dur Ong, seperti misalnya belum ada penelitian untuk untuk menganalisis karawitan yang terdapat dalam kesenian Dur Ong tersebut